Sebagai karyawan swasta yang tinggal di Kav. Sagulung Bersatu, Kota Batam, ia mengaku banyak belajar tentang cara mengatur keuangan keluarga dari koperasi.
“Dulu saya meminjam hanya untuk kebutuhan mendesak, tapi lewat pendampingan dari pihak koperasi saya belajar bagaimana mengelola uang agar bermanfaat dan tidak menimbulkan beban,” tutur Elisabeth lembut.
“Saya bersyukur karena Kopdit Swasti Sari bukan hanya tempat meminjam, tapi tempat belajar tentang keuangan yang sehat,” sambungnya.
Sejak bergabung, Elisabeth tercatat telah memanfaatkan tiga produk pinjaman, yakni Pinjaman Kesejahteraan (14 Juni 2023) serta dua kali Pinjaman Griya Kasih (6 Juni 2023 dan 8 Mei 2024).
Semua kewajiban diselesaikannya dengan prinsip Tepat Waktu dan Tepat Jumlah (TWTJ) — nilai yang kini melekat dalam kesehariannya.
Dukungan Manager Cabang Batam
Manager Cabang Batam, John Jef Pella, menuturkan bahwa Elisabeth adalah sosok yang tenang namun penuh komitmen. Ia menjadi contoh nyata bahwa keberhasilan koperasi lahir dari anggota yang bertanggung jawab.
“Kami melihat Ibu Elisabeth tidak hanya sebagai anggota yang rajin membayar, tetapi juga sebagai pribadi yang terbuka untuk belajar,” ujar John.
“Kopdit Swasti Sari selalu menekankan pentingnya literasi keuangan. Anggota harus paham bagaimana uang bekerja, bukan hanya meminjam dan membayar, tapi juga merencanakan masa depan dengan bijak,” lanjutnya.
Literasi Keuangan Bagi Anggota
Selama ini, Kopdit Swasti Sari terus mendorong peningkatan literasi keuangan (financial literacy) di kalangan anggotanya.












