“Kami ingin memberikan pelayanan kepada masyarakat sekitar. Harapan kami, semua kebutuhan pokok bisa diperoleh di sini sehingga masyarakat tidak perlu jauh-jauh turun ke kota,” kata Jainudin.
Selain swalayan, kawasan tersebut juga dilengkapi area kuliner yang menyediakan delapan booth bagi pelaku UMKM, serta berbagai tenant seperti servis telepon genggam, aksesori, produk kecantikan, parfum, perhiasan hingga penjualan kain tenun.
Jainudin menegaskan seluruh bangunan berdiri di atas tanah milik pribadi yang telah bersertifikat dan seluruh izin usaha telah dipenuhi.
Ia mengakui pengembangan usaha tersebut mendapat dukungan pembiayaan dari sejumlah lembaga, termasuk Kopdit Swasti Sari, dan beberapa Bank.
“Kami akan terus membuka diri terhadap masukan masyarakat. Kalau ada pelayanan yang kurang, silakan sampaikan kepada kami”.
” Kami ingin terus memperbaiki diri dan memberikan pelayanan terbaik. Sebisa mungkin harga yang kami tawarkan juga lebih murah,” pungkasnya.










