Yafet mengapresiasi langkah owner KA’E Swalayan yang berani melihat potensi ekonomi di wilayah selatan Kota Kupang.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi contoh bahwa peluang usaha dapat menjadi sumber peningkatan ekonomi keluarga sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM di Kota Kupang.
Sementara itu, Plt. Lurah Fatukoa, Ronitan Daddu Ngedi, menyebut KA’E Swalayan merupakan swalayan pertama yang hadir di kawasan Jalur 40.
Ia berharap kehadiran investasi tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat.
“Kehadiran usaha baru ini menjadi bukti bahwa iklim investasi di Kota Kupang terus berkembang. Semoga KA’E Swalayan terus berinovasi, semakin maju, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.
Owner KA’E Swalayan, Jainudin, mengatakan keputusan membangun swalayan berawal dari pengamatannya terhadap perkembangan kawasan Jalur 40 yang semakin ramai.
Lahan yang kini menjadi lokasi KA’E Swalayan telah dimilikinya sejak 2012, saat kawasan tersebut masih didominasi hutan dan belum berkembang seperti sekarang.
Melihat pertumbuhan permukiman yang pesat, ia bersama keluarga kemudian memutuskan membangun swalayan agar masyarakat tidak lagi harus pergi ke pusat Kota Kupang untuk berbelanja.










