Rahmat menilai, penguatan UMKM tidak cukup hanya dengan memberikan akses modal, tetapi juga perlu dibarengi dengan peningkatan kapasitas usaha, termasuk literasi keuangan, manajemen usaha, dan kemampuan membaca peluang pasar.
Menurutnya, UMKM lokal memiliki potensi besar menjadi penggerak ekonomi daerah apabila mendapat dukungan yang tepat dan berkelanjutan.
Kolaborasi antara IKKEF dan Bank NTT tersebut juga dinilai sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur di bawah kepemimpinan Melki Laka Lena yang mendorong penguatan ekonomi kerakyatan serta pengembangan UMKM lokal agar mampu bersaing dan berkembang lebih profesional.
Pemerintah Provinsi NTT sendiri terus mendorong keterlibatan berbagai pihak, termasuk lembaga keuangan dan komunitas masyarakat, dalam membuka akses pembiayaan produktif bagi pelaku usaha kecil di daerah.
Melalui kolaborasi ini, IKKEF dan Bank NTT berharap semakin banyak pelaku usaha asal Ende dapat berkembang secara mandiri, profesional, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kota Kupang maupun di wilayah NTT secara umum.








