Manager Obor Mas Cabang Soe, Jefri Padeng, menyampaikan bahwa santunan ini adalah bagian dari komitmen koperasi untuk selalu hadir di tengah anggota, baik dalam suka maupun duka.
“Ini bukan sekadar bantuan, tetapi bentuk kebersamaan. Koperasi ada untuk saling menguatkan, terutama dalam situasi sulit seperti ini,” ujarnya.
Ucapan terima kasih pun datang dari pihak keluarga. Dengan penuh haru, mereka menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan oleh Koperasi Obor Mas.
“Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pengurus dan manajemen Obor Mas serta anggota koperasi. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ungkap perwakilan keluarga.
Di balik suasana duka, terselip kisah yang menghangatkan hati. Usai menerima santunan, keluarga besar almarhum justru mengambil langkah baru dengan mendaftarkan lima orang anggota keluarga menjadi bagian dari Koperasi Obor Mas.
Tak hanya mendaftar, kelima anggota baru tersebut bahkan langsung menyetorkan simpanan wajib untuk satu tahun ke depan.
Sebuah bentuk kepercayaan sekaligus harapan bahwa kebersamaan dalam koperasi dapat terus menjadi penopang di masa mendatang.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa di tengah kehilangan, nilai gotong royong dan solidaritas tetap hidup.












