Sejak bergabung dengan Kopdit Swasti Sari pada 4 November 2019, ia membuktikan bahwa kepercayaan dalam dunia koperasi bukan sekadar kata-kata.
Hingga hari ini, ia telah enam kali mengambil pinjaman melalui berbagai skema: Griya Kasih (3 kali), Modal Usaha, Serba Aneka, dan Kesejahteraan.
Semua pinjaman itu ia lunasi tanpa cela—tepat waktu dan jumlah. Bukan hanya demi memenuhi kewajiban, tapi juga demi menjaga kepercayaan dan merawat semangat bertumbuh bersama.
“Saya sangat berterima kasih kepada manajemen Kopdit Swasti Sari yang selalu melayani dengan tulus”.
“Usaha kecil saya kini mulai berkembang berkat dukungan pinjaman dan literasi keuangan dari koperasi,” tutur Adelgunda dengan mata berkaca.
Literasi Mengubah Cara Pandang Adelgunda
Bagi Adelgunda, bukan hanya dana yang ia dapat dari koperasi. Literasi keuangan yang rutin diberikan Kopdit Swasti Sari menjadi bekal utama untuk mengatur penghasilan, mengelola pengeluaran, dan menyusun rencana jangka panjang untuk keluarganya.
Ia tak ingin terjerat utang yang tak terkendali. Ia ingin keuangan rumah tangga tetap sehat, dan usaha kecilnya tumbuh perlahan namun pasti.
Teladan yang Menginspirasi
Apa yang dilakukan Adelgunda menjadi cerminan nyata bagaimana koperasi bukan hanya soal simpan-pinjam, tetapi ruang pembelajaran dan pemberdayaan.












