
Gubernur juga memberikan apresiasi tinggi kepada Kopdit Obor Mas yang menjadi satu-satunya lembaga non-perbankan di NTT yang memperoleh hak penyaluran KUR dengan performa dinilai sangat baik.
Salah satu capaian yang mendapat perhatian khusus adalah keberhasilan Obor Mas menjaga kualitas kredit. Meski telah menyalurkan dana dalam jumlah besar, koperasi ini mampu mencatatkan angka kredit macet nol persen untuk penyaluran KUR.
“Obor Mas mungkin satu-satunya di luar perbankan yang dapat hak penyaluran KUR di NTT. KUR disalurkan dengan kredit macet nol. Kami akan meminta semua penerima KUR untuk menggunakan pola yang dipakai oleh Obor Mas,” tegasnya.
Ke depan, Pemerintah Provinsi NTT bersama Pemerintah Kabupaten Sikka dan DPRD diharapkan dapat mengadopsi skema serupa dalam pengajuan kelompok penerima KUR agar lebih terstruktur, terukur dan akuntabel.
Sementara itu, General Manager Kopdit Obor Mas, Yanto Moat Lering, memaparkan capaian kinerja koperasi hingga tahun 2025. Saat ini, Kopdit Obor Mas memiliki 165.412 anggota dengan dukungan 478 karyawan.








