Program tersebut diinisiasi oleh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Lurumutin di bawah kepemimpinan Ketua Maria Deviana Seran.
Inisiatif ini mendapat apresiasi karena dinilai sebagai langkah konkret dalam membangun budaya belajar di tengah masyarakat.
Maria Deviana Seran menyampaikan bahwa gerakan literasi yang dilakukan tidak hanya berfokus pada kemampuan dasar membaca dan menulis, tetapi juga mendorong peningkatan pengetahuan praktis masyarakat.
“Kami ingin literasi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Tidak hanya membaca buku, tetapi juga memahami informasi, mengelola potensi desa, hingga meningkatkan ekonomi keluarga,” ungkapnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan, antara lain pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, para pendidik, serta warga Desa Kufeu yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan literasi.
Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan tingginya dukungan terhadap gerakan literasi sebagai bagian dari pembangunan desa.
Ketua SP2MI NTT berharap dengan dimulainya program di Desa Kufeu, gerakan literasi dapat menjadi pemicu lahirnya desa-desa yang lebih mandiri, cerdas, dan sejahtera di masa depan.












