Menurut Yuvensius, investigasi tersebut perlu melibatkan peneliti independen, lembaga akademik, serta organisasi masyarakat sipil agar hasilnya transparan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Selain itu, WALHI juga menilai pentingnya memperkuat sistem respons cepat penanganan mamalia laut terdampar di wilayah NTT yang memiliki wilayah laut sangat luas.
Di sisi lain, WALHI NTT memberikan apresiasi kepada masyarakat pesisir Rote Ndao yang telah berupaya membantu penyelamatan paus-paus yang terdampar.
“Solidaritas masyarakat menunjukkan bahwa komunitas pesisir memiliki hubungan yang kuat dengan laut sebagai ruang hidup mereka,” kata Yuvensius.
Ia menegaskan, kejadian ini harus menjadi pengingat bagi pemerintah untuk menempatkan perlindungan ekosistem laut sebagai prioritas utama dalam pembangunan.
“Tanpa langkah perlindungan yang serius, tekanan terhadap laut akan terus meningkat dan berpotensi mengancam keberlanjutan keanekaragaman hayati serta ruang hidup masyarakat pesisir,” ujarnya.












