Ia mengatakan jemaat mewujudkan kerinduan tersebut melalui komitmen, persatuan, kerja keras, dan pengorbanan bersama.
Menurut Yesua, pembangunan rumah Tuhan tidak hanya bergantung pada kemampuan finansial atau kemegahan bangunan.
Setiap jemaat dapat mengambil bagian melalui doa, tenaga, pikiran, waktu, maupun persembahan sesuai kemampuan masing-masing.
Ia mengakui proses pembangunan menghadapi berbagai tantangan dan keterbatasan. Namun, jemaat perlu menjadikan semangat kebersamaan sebagai kekuatan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.
“Batu pertama yang kita letakkan hari ini bukan sekadar simbol dimulainya pembangunan sebuah gedung, tetapi menjadi simbol iman, pengorbanan, dan komitmen bersama,” tegas Yesua.
Ia menambahkan, gereja yang kokoh tidak hanya dibangun dengan batu dan semen, tetapi juga melalui iman, kasih, dan persatuan umat Tuhan.
Panitia juga menyampaikan apresiasi kepada Gembala Sidang, pimpinan BPD dan BPW GBI, Pemerintah Kota Kupang, para hamba Tuhan, jemaat, donatur, serta seluruh pihak yang mendukung pembangunan.
Pemkot Kupang: Mulai dengan Yakin, Selesaikan Bersama
Pemerintah Kota Kupang menyatakan dukungan terhadap pembangunan gedung GBI Kasih Anugrah melalui sambutan Wali Kota Kupang yang disampaikan Hengky Malelak.












