“Kami bangga UCB menjadi kampus pertama di NTT yang menghadirkan Migrant Center.
Ini bukan soal kirim TKI, tapi mencetak diaspora profesional yang membawa harum nama Indonesia di mancanegara,” kata rektor UCB.
Prof. Frans Salesman juga menambahkan Kehadiran UCB juga tidak lepas dari kisah Nirmala Bonat, yang menjadi cikal bakal, Senator Abraham Paul Lianto, mendirikan kampus tersebut, agar bisa mendidik generasi mudah NTT, yang siap bekerja di luar negeri dan memiliki kompetensi.
Diakui Rektor UCB Saat ini, sebanyak 46 mahasiswa UCB telah mengikuti pelatihan intensif bahasa Jepang dan dijadwalkan berangkat ke Jepang dalam beberapa bulan ke depan secara legal.
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah
Program Migrant Center ini akan melibatkan sinergi berbagai pihak, mulai dari:
– Kementerian P2MI
– Pemerintah Provinsi NTT
– Pemerintah Kabupaten/Kota
– SMK dan Balai Latihan Kerja
– Perguruan Tinggi di NTT
Pemerintah juga menyediakan fasilitas pembiayaan murah, pelatihan bersubsidi, dan sistem layanan digital untuk memudahkan proses migrasi aman.
Jangan Hanya Kirim Gaji, Kirim Juga Investasi dan Ilmu”
Dirjen Dirjen Promosi Pemanfaatan dan Peluang Kerja Luar Negeri berpesan agar para pekerja migran tidak hanya bekerja untuk mengirim uang, tapi juga membawa pulang pengalaman dan wawasan baru untuk membangun daerah asal.












