Scroll untuk baca artikel
DaerahPendidikan

Kisah Nirmala Bonat dan Hadirnya Migrant Center di UCB Kupang

Avatar photo
×

Kisah Nirmala Bonat dan Hadirnya Migrant Center di UCB Kupang

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ben |  Editor: Redaksi

– Kelas Bahasa Asing (Jepang, Korea, Inggris, Jerman).

– Pelatihan keterampilan teknis (keperawatan, hospitality, konstruksi, manufaktur).

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

– Pembentukan karakter dan disiplin kerja.

– Sertifikasi kompetensi kerja internasional.

Pemeriksaan kesehatan dan edukasi migrasi aman.

Pendampingan dokumen & akses ke job placement internasional

Jepang Butuh 850 Ribu Tenaga Kerja

Dalam kuliah umumnya, Dwi Setiawan mengungkapkan bahwa Jepang membuka peluang untuk 850.000 tenaga kerja asing hingga 2030.

Indonesia, khususnya NTT, menjadi salah satu wilayah yang disiapkan untuk menyuplai tenaga kerja berkualitas.

Baca Juga :  Berbusana Adat Timor, Manajer dan Ketua MIDI KCU TTS Terima Penghargaan Kredit Tertinggi dari Menteri Koperasi RI

“Kalau setiap kabupaten di NTT bisa kirim 500 tenaga kerja profesional per tahun, itu akan menjadi lompatan besar untuk ekonomi daerah,” ujarnya.

 

Kisah Nirmala Bonat: Pentingnya Jalur Legal

Keharuan menyelimuti ruangan saat Nirmala Bonat, mantan TKW asal NTT yang mengalami penyiksaan berat di Malaysia, turut hadir dan memberikan testimoni.

“Saya dulu berangkat tidak melalui jalur resmi, tidak tahu apa-apa. Saya disiksa majikan hingga luka parah.

Sekarang saya ingin semua adik-adik bisa berangkat secara legal dan aman,” tuturnya dengan suara bergetar.

Baca Juga :  PT Pegadaian Area Flores Sumba Salurkan 20 Ekor Kambing dan 3 Ekor Sapi Kurban untuk Masjid dan Paguyuban di Flores dan Sumba

Nirmala juga mengungkapkan, bahwa atas dukungan Paul Abraham Lianto, Senator Asal NTT yang juga pendiri UCB, dirinya bisa dipulangkan ke tanah air.

UCB Cetak Diaspora Profesional 

Rektor Universitas Citra Bangsa Prof. Dr. Frans Salesman, S.E., M.Kes, menyambut baik kerja sama ini dan menyatakan kesiapan UCB untuk menjadi pionir dalam menyiapkan tenaga kerja migran profesional dari wilayah timur Indonesia.