Scroll untuk baca artikel
Daerah

Gubernur NTT: Pola Tak Biasa Dibalik Penolakan Geotermal “Spanduk Rapih Bahasa Inggris” Apakah ini suara Masyarakat?

Avatar photo
×

Gubernur NTT: Pola Tak Biasa Dibalik Penolakan Geotermal “Spanduk Rapih Bahasa Inggris” Apakah ini suara Masyarakat?

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ben |  Editor: Redaksi

“Dibilang Melki terima uang dari pengembang panas bumi. Paling gampang dicek sajalah, susah amat,” ujarnya.

Melki Laka Lena pun menegaskan, sebagai mantan aktivis dirinya tidak pernah mundur dalam menghadapi persoalan seperti ini.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Dialog: Jalan Tengah di Tengah Polarisasi

Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa satu-satunya cara menyelesaikan konflik ini adalah melalui dialog terbuka.

Ia menolak pendekatan pemaksaan, tapi juga mengecam mereka yang menjadikan rakyat sebagai alat konflik oleh pihak-pihak berkepentingan.

Baca Juga :  Bertahun Menanti, Warga Golo Rutuk Sambut Haru Kedatangan Tiang Listrik PLN

“Kalau rakyat setuju, kita lanjutkan. Kalau tidak setuju, ya kita cari tempat lain. Tapi jangan biarkan rakyat dijadikan tameng, sementara yang main di belakang tidak pernah muncul ke publik,” ujarnya.

Menurutnya, proses transformasi energi seperti geotermal memang tidak lepas dari benturan kepentingan.

Namun ia berharap semua pihak, baik pro maupun kontra, tetap menjaga harmoni sosial dan ikatan persaudaraan.

NTT dan Agenda Besar Energi Terbarukan

Proyek panas bumi adalah bagian dari rencana besar pemerintah pusat dan menjadikan NTT sebagai provinsi energi terbarukan.

Baca Juga :  Bantuan Untuk Orang Tua Tunggal di Indonesia

“Kita ini sudah ditetapkan pusat sebagai provinsi energi terbarukan, panas bumi salah satu potensi terbaik yang kita miliki. Tapi bukan berarti kita abaikan suara rakyat. Dialog tetap yang utama.” ujar Laka Lena.