Program-program ini bertumpu pada kolaborasi lintas sektor dan berbasis potensi lokal yang dimiliki jemaat GMIT di berbagai wilayah NTT.
Wagub Johni Apresiasi: GMIT Jadi Mitra Strategis Pemerintah
Hadir dalam acara launching, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menyampaikan apresiasi atas kontribusi GMIT dalam pembangunan daerah.
“GMIT tidak hanya hadir melayani rohani, tetapi juga menjadi motor ekonomi dan sosial jemaat. Ini patut didukung,” ungkap Johni.
Ia menekankan pentingnya semangat kewirausahaan, konsistensi pelaksanaan, dan keberlanjutan program demi hasil jangka panjang.
Selain itu, Wagub juga mendorong warga GMIT untuk mencintai produk lokal dan mendukung pemasaran melalui GG Mart—gerai produk hasil karya jemaat GMIT.
“Mari kita bangun ekonomi dari dalam. Belanja di GG Mart itu bentuk nyata pemberdayaan,” tegasnya.
Ketua Sinode GMIT: Inovasi untuk Jemaat, Kontribusi untuk NTT
Ketua Sinode GMIT, Pdt. Samuel Pandie, dalam suara gembalanya menyatakan bahwa GMIT terus berkomitmen memperluas dampak sosial ekonomi di tengah jemaat.
Beberapa program lanjutan yang telah disiapkan meliputi:
Pilot project penanaman bawang merah Nganjuk di Rote Ndao, Bantuan irigasi untuk wilayah Tarus dan sekitarnya, Pertanian terintegrasi di Loli (dijadwalkan launching Agustus 2025) dan Kampung Nelayan Binaan GMIT di Sulamu (launching Oktober 2025)












