
“Staf sebenarnya ingin memberikan penjelasan secara baik kepada anggota, namun pembicaraan sering dipotong oleh anak anggota tersebut sehingga situasi menjadi tegang,” ujarnya.
Akibat situasi yang memanas, salah satu staf secara refleks memukul meja dengan maksud menghentikan perdebatan sementara agar penjelasan dapat disampaikan dengan baik.
Namun staf tersebut tidak mengetahui bahwa meja yang dipukul merupakan meja kaca yang tertutup kain, sehingga menyebabkan kaca meja tersebut pecah.
Pihak Kopdit Obor Mas menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk luapan emosi spontan dan tidak memiliki maksud lain.
“Setelah kejadian, saya langsung meminta maaf kepada anggota dan anaknya serta menyampaikan kesiapan kami untuk mengganti kerugian akibat pecahnya meja tersebut,” kata Yohanes.
Ia juga memastikan bahwa saat kejadian tidak ada staf yang berada dalam kondisi mabuk ataupun mengonsumsi alkohol.
Selain itu, Yohanes menyampaikan bahwa pihaknya cukup menyayangkan terjadinya insiden tersebut karena sebenarnya persoalan tersebut dapat diselesaikan lebih awal apabila pembayaran angsuran dilakukan saat penagihan.












