JAKARTA, BuletinNTT.com – Meski Indonesia tengah menuju era Indonesia Emas 2045, persoalan sanitasi di sekolah masih menjadi tantangan serius.
Lebih dari 290 ribu sekolah di Indonesia belum memiliki akses memadai terhadap air bersih dan sanitasi, membuat jutaan siswa rentan terhadap penyakit diare, tipus, dan infeksi kulit.
Menjawab masalah tersebut, Human Initiative bersama Guardian Indonesia meluncurkan kampanye “Healthy Kids, Safer Future”, yang menyasar sekolah-sekolah di Banten, Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Program ini tak hanya membangun fasilitas sanitasi seperti toilet dan tempat cuci tangan, tapi juga mengedukasi siswa tentang pentingnya hidup bersih.
“Anak-anak kita adalah generasi penerus. Tapi bagaimana mereka bisa tumbuh optimal kalau akses sanitasi masih jadi kendala?” kata President Human Initiative, Tomy Hendrajati, di Jakarta, Selasa (15/7/2025).
Program ini mengandalkan pendekatan tiga pilar: keluarga, komunitas, dan sekolah, serta mendorong lahirnya “dokter kecil” di setiap sekolah.
Salah satunya adalah Muhammad Deni Saputra, siswa kelas 5 SDN Cinagara 2 Bogor, yang membantu teman-temannya saat terjadi luka atau pingsan di sekolah.
Kepala sekolah SDN Cinagara 2, Muhidin, mengapresiasi peran dokter kecil di sekolahnya. “Mereka tanggap, tahu cara penanganan awal, bahkan saling mengingatkan untuk cuci tangan setelah jajan,” katanya.











