KUPANG | BuletinNTT.com – Proyek preservasi jalan nasional di wilayah Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, yang baru saja selesai dikerjakan, kini menjadi sorotan.
Aspal hotmix yang belum genap hitungan bulan dihampar dilaporkan sudah retak bahkan pecah di sejumlah titik.
Dikutip dari fajartimor.com, retakan yang muncul terlihat memanjang dan sebagian menyerupai pola jaring laba-laba (retak buaya).
Bahkan di beberapa bagian, permukaan aspal mulai terkelupas. Kondisi ini kontras dengan nilai proyek yang mencapai miliaran rupiah dan baru rampung dikerjakan.

Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan tersebut berada di bawah naungan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Bina Marga, dilaksanakan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur dan Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi NTT.
Adapun paket pekerjaan meliputi preservasi Jalan Titus Nau, Jalan Mollo Sujan, dan Jalan Mollo Oetun di Kota Kupang.
Proyek ini memiliki nomor kontrak HK 0203-Bpjn11.6.1/850 tertanggal 3 Desember 2025, dengan nilai kontrak sebesar Rp22.272.477.000 yang bersumber dari APBN Murni Tahun Anggaran 2025.












