Scroll untuk baca artikel
Daerah

Pariwisata Labuan Bajo Terpukul Cuaca Ekstrem, DPRD NTT Dorong Solusi Akses Aman ke Rinca

Avatar photo
×

Pariwisata Labuan Bajo Terpukul Cuaca Ekstrem, DPRD NTT Dorong Solusi Akses Aman ke Rinca

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ben |  Editor: Redaksi
Rusding, SE - Anggota Komisi II DPRD NTT

KUPANG | BuletinNTT.com – Anggota Komisi II DPRD Provinsi NTT, Rusding, SE, meminta seluruh pemangku kepentingan segera duduk bersama mencari solusi konkret agar roda pariwisata Labuan Bajo, Manggarai Barat, tetap bergerak di tengah cuaca ekstrem yang berkepanjangan.

Permintaan itu disampaikan menyusul insiden kecelakaan KM Putri Sakina pada 26 Desember lalu yang menewaskan empat wisatawan asal Spanyol dan satu orang hingga kini masih dinyatakan hilang.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Tragedi tersebut berdampak luas terhadap aktivitas pariwisata, khususnya wisata bahari di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK).

Baca Juga :  Meriah Pembukaan Spekacipto CUP 3, Usung Tema “Small Field, Big Dream”

“Sudah lebih dari satu bulan, tepatnya satu bulan tujuh hari, pelaku wisata di Manggarai Barat nyaris tidak beraktivitas. ABK, kapten kapal, sopir, pedagang, semua terdampak. Ini menyangkut ekonomi keluarga dan masa depan pariwisata kita,” kata Rusding, politisi PKS yang juga Ketua DPW PKS NTT.

Menurutnya, cuaca yang belum bersahabat berdasarkan rilis BMKG Maritim membuat KSOP selaku pemberi izin berlayar sangat berhati-hati.

Akibatnya, banyak kapal wisata belum mendapat izin operasi, sehingga akses wisata laut praktis terhenti.

Baca Juga :  5 Motor Matic Bandel dan Irit Masih Jadi Pilihan Favorit Masyarakat

“KSOP tentu harus berhati-hati agar kejadian serupa tidak terulang. Tapi kalau kondisi ini dibiarkan berlarut-larut tanpa solusi, dampaknya sangat besar bagi masyarakat,” tegas Rusding.

Dorong Akses Alternatif Aman ke Rinca

Rusding menilai, perlu ada jalur alternatif yang lebih aman agar wisatawan tetap bisa mengakses habitat komodo, khususnya melalui Pulau Rinca yang secara geografis lebih terlindungi dibanding Pulau Komodo dan Pulau Padar.