KUPANG | BuletinNTT.com – Himpunan Pengusaha Peternak Sapi dan Kerbau (HP2SK) Provinsi NTT meminta Pemerintah percepat pengeluaran kuota pengiriman sapi keluar daerah.
Permintaan tersebut disampaikan menyusul belum keluarnya kuota pengiriman sapi reguler hingga pertengahan Januari 2026.
Ketua Bidang Organisasi HP2SK NTT, Livingstone Ratu Kadja, Rabu (21/01/2026) mengatakan hingga saat ini pihaknya masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah provinsi.
“Hari ini belum keluar. Kita masih menunggu,” ujar Livingstone.

Ia menjelaskan, kuota tambahan pengiriman sapi sebelumnya sudah selesai dan telah diberangkatkan melalui kapal-kapal ternak. Namun, untuk kuota reguler pengiriman sapi hingga kini belum ada kejelasan.
Livingstone menilai keterlambatan tersebut dapat berdampak pada distribusi sapi, khususnya untuk kebutuhan pasar di luar daerah.
Menurutnya, proses distribusi sapi membutuhkan waktu yang cukup panjang dan harus direncanakan sejak awal tahun.
“Kami punya waktu pengiriman mulai Januari, Februari, Maret, sampai April,” jelasnya.
Ia mengingatkan, jika kuota baru dikeluarkan terlalu dekat dengan Hari Raya Idul Adha, dikhawatirkan sapi-sapi dari NTT tidak terserap pasar.












