“Takutnya kalau keluarnya berdekatan dengan hari raya, sapi kita tidak bisa dijual dan tidak laku,” ujarnya.
Livingstone pun meminta Dinas Peternakan Provinsi NTT agar mempercepat proses pengeluaran kuota tersebut.
Ia menilai percepatan kuota sangat penting untuk menjaga stabilitas harga serta keberlangsungan usaha peternak dan pedagang sapi di NTT.
Senada dengan itu, Ketua Umum HP2SK NTT, Tono Sufari Sutami, juga menegaskan perlunya kepastian kuota pengiriman sapi reguler.

Menurutnya, kepastian kebijakan dari pemerintah akan membantu peternak dalam mengatur pola penjualan dan distribusi ternak.
“Kalau bisa, kuota pengiriman sudah dikeluarkan sejak Januari agar peternak dan pedagang bisa bekerja dengan tenang,” tegasnya.
HP2SK NTT berharap pemerintah daerah segera merespons aspirasi tersebut demi menjaga roda perekonomian sektor peternakan di Nusa Tenggara Timur tetap berjalan dengan baik












