Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

Maria Mitan: Dari Lorong Pantai Palo, Usaha Tenun Lokal yang Tumbuh Bersama Kopdit Swasti Sari

Avatar photo
×

Maria Mitan: Dari Lorong Pantai Palo, Usaha Tenun Lokal yang Tumbuh Bersama Kopdit Swasti Sari

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ben |  Editor: Redaksi

LARANTUKA | BuletinNTT.com – Di antara deretan pedagang di Pasar Baru Larantuka dan Pasar Waiwadan, nama Maria Mitan dikenal sebagai salah satu pelaku usaha yang konsisten memajukan produk budaya lokal.

Selama tujuh tahun menjadi anggota Kopdit Swasti Sari, Maria menjadikan usahanya bukan sekadar tempat berdagang, tetapi juga ruang hidup bagi warisan tenun Flores Timur.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Maria Mitan: Kopdit Swasti Sari Membantu Saya

Berangkat dari Sarotari, Lorong Pantai Palo, Maria menjalankan usaha penjualan kain sarung, baju tenun, pakaian, serta atribut budaya yang banyak diburu masyarakat maupun wisatawan.

Baca Juga :  Manajemen, Pengurus dan Pengawas Kopdit Swasti Sari Penuhi Klarifikasi di Polda NTT, Tuduhan Gelapkan SHU Rp17 Miliar Tidak Benar

Tampilannya yang sederhana tak menghalangi semangatnya untuk terus memperluas usaha.

Foto Bersama Maria Mitan dengan Wakil GM Kopdit Swasti Sari dan Manajemen Kantor Cabang Larantuka

Lebih dari itu, Maria membuka lapangan kerja bagi enam orang yang ia gaji rata-rata Rp1.500.000 per bulan—bukti bahwa usahanya tumbuh sekaligus memberi manfaat sosial bagi warga sekitar.

Maria mengisahkan bahwa pinjaman dari Kopdit Swasti Sari ia gunakan untuk menambah modal, memperbesar stok, dan meningkatkan kualitas barang dagangan. Langkah itu membuat usahanya berkembang stabil.