Sorakan pecah ketika salah satu pemain Obor Api Matani, mencetak ace servis yang menutup set pertama dengan skor 25-19.
Set kedua berjalan lebih panas. Reman mencoba mengganti strategi dengan memperkuat pertahanan dan melakukan pergantian pemain, namun kerja sama tim Obor Api Matani terlalu solid untuk ditembus.
Kombinasi umpan cepat dan serangan dari sisi kanan kembali membawa mereka unggul 25-17.
Di set ketiga, pertandingan sempat berjalan dramatis. Reman tampil ngotot, menyamakan skor beberapa kali.
Namun, dukungan penonton yang memadati tribun menyaksikan final—membakar semangat Obor Api Matani.
Set ini akhirnya ditutup dengan skor 25-20, memastikan kemenangan mutlak 3-0.
“Ini bukan sekadar kemenangan. Ini tentang kerja keras, latihan rutin, dan semangat tim yang tak pernah padam,” ujar Irenius Neonbasu, pelatih dan ofisial Obor Api Matani, usai laga.
Pesona Juara Kategori Putri: Tampil Konsisten dan Kompak
Sebelum laga final putra, partai final putri juga menyita perhatian penonton. Tim Pesona (Ajeng dan kawan-kawan) menghadapi tim tangguh Rema (Melan dan tim) dalam pertandingan yang tidak kalah seru.
Meski akhirnya berakhir dengan kemenangan 3-0 untuk Pesona, pertandingan berlangsung ketat, terutama di set pertama dan ketiga, dengan skor masing-masing 25-23.












