“Sebagai partai terbuka, tentu kami membuka diri untuk siapa saja dari golongan apa saja untuk bisa bergabung dengan PAN. Rekrutmen kader terus dilakukan secara rutin,” katanya.

Selain memperkuat keanggotaan, PAN NTT juga akan melakukan evaluasi terhadap struktur kepengurusan di berbagai tingkatan.
Evaluasi dilakukan terhadap pengurus yang tidak lagi aktif karena berbagai alasan, termasuk meninggal dunia, mengundurkan diri, maupun faktor pekerjaan.
“Kami akan melakukan restrukturisasi kepengurusan sesuai mekanisme dan aturan partai,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, PAN NTT juga membeberkan target politik menuju Pemilu 2029 dengan mengusung tagline “Pelor 29” atau Pecah Telur 2029.
PAN menargetkan dua kursi DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) NTT I dan NTT II. Sementara untuk DPRD Provinsi NTT, PAN membidik sembilan kursi.
“Khusus DPRD Provinsi, dari delapan dapil kami targetkan ada dua dapil yang nantinya bisa memperoleh dua kursi,” ungkap Marthen.
Sedangkan di tingkat DPRD kabupaten/kota, PAN menargetkan minimal satu kursi di setiap daerah di NTT.
Tak hanya fokus pada agenda politik, PAN NTT juga terus melanjutkan program pelayanan masyarakat melalui bantuan ambulans bagi daerah-daerah di NTT.












