Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Wacana Rumahkan Ribuan P3K | Dr. Samuel Haning, Ketua BPH PGRI NTT | Jangan Korbankan Tenaga Pendidik

Avatar photo
×

Wacana Rumahkan Ribuan P3K | Dr. Samuel Haning, Ketua BPH PGRI NTT | Jangan Korbankan Tenaga Pendidik

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ben |  Editor: Redaksi

“Kalau ada guru-guru yang tereliminasi, tentu berdampak besar pada pendidikan. Kita tidak bicara kepentingan perorangan, tetapi tanggung jawab terhadap kualitas pendidikan anak-anak kita,” ujarnya.

Dr. Samuel Haning – Ketua BPH PGRI NTT, Saat Memberikan Keterangan Pers

Samuel juga menyoroti bahwa capaian mutu pendidikan di NTT masih berada di bawah standar nasional. Karena itu, menurutnya, mempertahankan guru-guru yang kompeten menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

PGRI Buka Posko Pengaduan

Sebagai bentuk respons, PGRI NTT berencana membuka posko pengaduan bagi guru-guru P3K yang merasa terdampak atau khawatir terhadap kebijakan tersebut.

Baca Juga :  HUT ke-64 Jemaat Ebenheser, Yaspora NTT Titip Harapan Lewat Buku untuk Anak-anak

“Kita berjuang bersama-sama. Ini bagian yang tidak terpisahkan antara PGRI dan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk mencari win-win solution demi kepentingan pendidikan,” katanya.

Ia berharap pemerintah dapat meninjau kembali implementasi kebijakan tersebut agar tidak merugikan peserta didik dan tenaga pendidik.

Utamakan Dialog, Bukan Demonstrasi

Menanggapi kemungkinan aksi unjuk rasa jika benar terjadi pemberhentian ribuan tenaga pendidik dan kependidikan (PTK), Samuel menegaskan PGRI NTT lebih mengedepankan jalur dialog dan konstitusional.