“SP2MI NTT hadir untuk meningkatkan kapabilitas masyarakat agar mampu berkarya, mandiri, dan pada akhirnya berkontribusi terhadap kesejahteraan sosial,” ujarnya.

Dalam upaya tersebut, SP2MI NTT telah menyiapkan sejumlah program strategis, seperti penguatan kelembagaan pendidikan non-formal, peningkatan kompetensi pendidik, pengembangan keterampilan masyarakat melalui program kecakapan kerja dan kewirausahaan, serta penguatan gerakan literasi.
Selain itu, organisasi ini juga akan menggelar berbagai kegiatan, mulai dari seminar, workshop, bimbingan teknis, hingga festival pendidikan non-formal guna meningkatkan partisipasi masyarakat.
Seluruh program tersebut, kata Polikarpus, dijalankan dengan prinsip demokratis, mandiri, dan profesional, serta berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
“Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, kami optimis SP2MI NTT mampu menjadi motor penggerak pendidikan masyarakat di Nusa Tenggara Timur,” pungkasnya.












