
Ia menambahkan, capaian tersebut harus menjadi motivasi untuk terus memperluas akses literasi, terutama di daerah terpencil.
“Tantangan kita ke depan adalah memastikan bahan bacaan dan fasilitas literasi bisa menjangkau semua lapisan masyarakat secara merata,” tegasnya.
Meski demikian, tantangan dalam meningkatkan kualitas literasi masih tetap ada, terutama terkait akses terhadap bahan bacaan dan pemerataan fasilitas pendidikan.
Karena itu, diperlukan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk menjaga serta meningkatkan capaian ini di masa mendatang.
Dengan posisi teratas ini, NTT diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun budaya membaca sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

Bahkan, data terbaru dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa wilayah Indonesia Timur seperti NTT dan NTB justru mampu memimpin daftar minat baca nasional—sebuah bukti bahwa semangat literasi tumbuh kuat di berbagai penjuru negeri.












