Ia mengakui, pada hari pertama sempat terjadi kendala teknis saat login aplikasi akibat jaringan internet. Namun, berkat koordinasi cepat dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Kupang dan HD Provinsi NTT, seluruh peserta akhirnya bisa mengikuti ujian hingga tuntas.
“Kami bersyukur karena kendala tersebut bisa diatasi, dan seluruh warga belajar berhasil menyelesaikan ujian dengan baik,” tambah Gabriel.
Apresiasi dari Ketua ASTINA NTT
Pada hari kedua pelaksanaan TKA, kegiatan ini mendapat kunjungan dari Polikarpus Do, selaku Ketua ASTINA NTT dan Praktisi Pendidikan Non formal dan Informal.
Ia memberikan apresiasi atas komitmen PKBM Firdaus Tarus dalam menjalankan pendidikan kesetaraan yang bermutu dan bermartabat.
“TKA ini adalah asesmen terstandar untuk mengukur pencapaian akademik peserta pada mata pelajaran seperti Bahasa Indonesia, Matematika, dan lainnya. Saya melihat pelaksanaan di PKBM Firdaus berjalan sangat baik dan tertib,” ujar Polikarpus.
Dalam kesempatan itu, ia juga berdialog dengan peserta ujian dan menjelaskan pentingnya TKA sebagai bentuk asesmen objektif untuk mendukung penilaian rapor, seleksi masuk perguruan tinggi, dan pengakuan kesetaraan hasil belajar.
PKBM Pusat Pembelajaran dan Pemberdayaan
Selain meninjau pelaksanaan TKA, Polikarpus juga berdiskusi bersama Direktur PKBM Firdaus dan tim pengajar terkait tantangan pengelolaan pendidikan non formal di lapangan.












