“Sekolah adalah salah satu komunitas paling rentan saat terjadi bencana. Karena itu, penting untuk membekali siswa dan guru dengan keterampilan mitigasi dan evakuasi”.
Kami apresiasi langkah Pertamina dan berharap program ini bisa diterapkan di sekolah lainnya,” katanya.
Kepala SMAN 4 Kupang, FX Balu Lowa, turut menyampaikan rasa bangganya atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai mitra program.
Ia menyebut kegiatan ini sebagai langkah awal menciptakan budaya tanggap bencana di lingkungan sekolah.
“Kami berkomitmen menjaga keberlanjutan program ini agar menjadi budaya dan membentuk karakter siswa yang tangguh dan siap menghadapi bencana,” ujar Balu Lowa.
Antusiasme juga datang dari para siswa. Banyak dari mereka mengaku ini adalah pengalaman pertama mereka mengikuti pelatihan kebencanaan secara langsung.
Kegiatan ini dinilai sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman praktis yang bisa diterapkan di kehidupan nyata.
Secara terpisah, Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari kontribusi Pertamina dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya dalam aspek kota berkelanjutan dan penanganan perubahan iklim.












