
Karena itu, ia berharap NTT Mart by OSOP di SMKN 2 Kupang dapat menjadi ruang pemasaran yang aktif bagi produk-produk karya siswa, tidak hanya dari SMKN 2 Kupang, tetapi juga dari berbagai SMK lainnya di Kota Kupang.
Lebih jauh, Melki juga mengajak masyarakat untuk mulai mengutamakan penggunaan produk lokal agar perputaran ekonomi tetap berada di daerah.
“Kita sering jual pisang, pulangnya beli molen. Jual ayam di pasar, pulangnya beli fried chicken. Ini yang harus kita ubah supaya uang bisa berputar di daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan produk lokal menjadi semakin penting di tengah ketidakpastian ekonomi global yang dapat memengaruhi harga berbagai komoditas.
Dengan mendorong produksi dan konsumsi produk lokal, masyarakat diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi daerah.

Melalui program One School One Product (OSOP), Pemerintah Provinsi NTT berharap lulusan SMK tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menjadi wirausaha muda yang menciptakan lapangan pekerjaan baru serta memperkuat ekonomi daerah.












