Kelima, penyelenggaraan festival pendidikan non-formal seperti jambore dan kemah PNFI sebagai ruang kreativitas dan kolaborasi.
Keenam, pemberian apresiasi dan penghargaan kepada individu, lembaga, maupun pemerintah yang berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia.
Ketujuh, pelaksanaan advokasi dan perlindungan bagi masyarakat yang mengalami ketidakadilan sosial.
Kedelapan, pembangunan kemitraan strategis dengan berbagai pihak guna memperkuat sinergi pendidikan.
Kesembilan, akselerasi penanganan anak tidak sekolah melalui program GEMBALA.
Kesepuluh, pengentasan buta aksara melalui program pendidikan keaksaraan bagi masyarakat.
Melalui sepuluh program tersebut, SP2MI NTT terus bergerak menjadi kekuatan perubahan dalam menciptakan masyarakat yang berdaya, mandiri, dan siap menghadapi masa depan.
Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, SP2MI NTT optimis mampu mendorong terwujudnya Generasi Emas 2045 di Nusa Tenggara Timur.












