Sementara itu, Ketua PKBM Lurumutin, Maria Deviana Seran, menyebutkan bahwa angka anak tidak sekolah di Kabupaten Malaka masih cukup tinggi dan membutuhkan intervensi bersama.
“Melalui GEMBALA, kami ingin memastikan anak-anak tetap memiliki akses pendidikan demi menyongsong Generasi Emas 2045,” ujarnya.

Lebih lanjut, kegiatan GEMBALA ini merupakan bagian dari komitmen besar SP2MI NTT dalam membangun ekosistem pendidikan masyarakat melalui berbagai program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Tercatat, SP2MI NTT memiliki 10 program unggulan dalam pemberdayaan masyarakat.
Pertama, penguatan kelembagaan pendidikan non-formal dan informal (PNFI) melalui seminar, workshop, lokakarya, talkshow, serta pendampingan dan bimbingan teknis.
Kedua, peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan guna meningkatkan kualitas pembelajaran di tengah masyarakat.
Ketiga, penguatan sumber daya manusia melalui program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dan Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) untuk mendorong kemandirian ekonomi.
Keempat, penguatan budaya literasi melalui berbagai gerakan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.












