Ia mengajak semua pihak, terutama orang tua dan guru, untuk bersama-sama mendorong anak-anak kembali mencintai buku.
“Ini bagian dari literasi dasar. Kita harus mengajak anak-anak untuk membaca buku, daripada terlalu sibuk bermain handphone. Peran orang tua dan guru sangat penting dalam membentuk kebiasaan ini,” tegasnya.

Sekretaris Pokja II TP PKK Provinsi NTT, Vivi Manafe, juga turut hadir bersama jajaran, menunjukkan komitmen kolektif dalam menggerakkan literasi hingga ke tingkat desa.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi Pokja Literasi, TP PKK Provinsi NTT bersama Forum TBM, yang secara konsisten mendorong keberadaan taman baca sebagai pusat pembelajaran masyarakat.
Selain penyerahan bantuan, kegiatan ini juga menjadi ruang edukasi bagi orang tua dan guru Sekolah Minggu tentang pentingnya pendampingan anak dalam membaca, serta bagaimana menjadikan TBM sebagai pusat aktivitas belajar yang menyenangkan.
Wakil ketua Pokja II TP. PKK Provinsi NTT, dengan kegiatan penguatan literasi daaar ini, TBM Horeb Sonraen semakin berkembang sebagai wadah pembentukan generasi emas yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing melalui budaya literasi.












