“Terima kasih TP PKK Provinsi NTT, Bunda Asty dan Bunda Vera, yang telah memberikan bantuan dan perhatian untuk TBM Horeb Sonraen”.
“Ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus menghidupkan budaya membaca di tengah anak-anak dan jemaat,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, saat ini terdapat 31 siswa yang aktif memanfaatkan TBM Horeb sebagai ruang belajar dan membaca.
Kehadiran taman baca ini menjadi alternatif positif bagi anak-anak untuk mengisi waktu luang dengan kegiatan yang edukatif.
Ketua Forum TBM Provinsi NTT, Polikarpus Do, dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya memanfaatkan taman bacaan sebagai jendela dunia.
Polikarpus mengajak anak-anak untuk menjadikan membaca sebagai kebiasaan.
“Membaca adalah cara kita mentransfer ilmu untuk diri sendiri. Dengan membaca, kita memindahkan dunia ke dalam diri kita”.
“Kita bisa menguasai dunia melalui berbagai sumber pengetahuan yang tersedia dalam buku,” Dengan Menulis Kita memindahkan diri kita ke seluruh dunia, dengan tulisan kita orang mengenal kita” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua PPokja II TP. PKK Provinsi NTT, Joice Mesach, menyoroti tantangan generasi saat ini yang cenderung lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai.












