“Literasi bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua—orang tua, guru, komunitas, dan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Bupati juga berharap kehadiran Bunda Literasi dapat menjadi motor penggerak dalam menumbuhkan minat baca, khususnya di kalangan anak-anak dan generasi muda, serta memperkuat peran keluarga sebagai basis awal literasi.
Selain itu, ia mendorong kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, sekolah, perpustakaan, dan komunitas literasi guna menciptakan ekosistem literasi yang kuat dan berkelanjutan.
“Gerakan membaca harus dimulai dari rumah, diperkuat di sekolah, dan diperluas di masyarakat,” tambahnya.
Dukungan terhadap penguatan literasi juga datang dari kalangan pegiat literasi. Ketua Forum TBM Kabupaten TTS, Lefinus Asbanu, S.Pd, menyatakan kesiapan pihaknya untuk berkolaborasi bersama pemerintah daerah.
“Kami memberikan apresiasi atas pengukuhan Bunda Literasi dan Pokja Literasi Kabupaten Timor Tengah Selatan. Kami siap bekerja sama dan berkolaborasi untuk meningkatkan literasi di daerah ini,” ujarnya.












