Ada yang tampil lancar. Ada pula yang masih malu-malu, terdiam sejenak mencari kata-kata, lalu perlahan mulai bercerita.
Tidak ada tuntutan agar cerita mereka harus sama persis dengan isi buku. Yang dihargai adalah keberanian untuk mencoba.
Setiap kali seorang anak selesai bercerita, tepuk tangan langsung terdengar dari teman-teman dan para tutor.
Tepuk tangan itu seakan menjadi pesan sederhana: tidak apa-apa jika belum sempurna, yang penting berani mencoba.
Bagi para tutor PKBM Bintang Floresta Nagekeo, kegiatan membaca dan menceritakan kembali menjadi bagian dari upaya menumbuhkan budaya literasi sekaligus membangun kepercayaan diri anak-anak.
Sebab, membaca bukan hanya tentang kemampuan mengenali huruf dan memahami kalimat.
Membaca juga mengajarkan anak untuk berpikir, mengingat, memahami, kemudian mengungkapkan kembali apa yang ada di dalam pikirannya.
Ketua/Direktur PKBM Bintang Floresta Nagekeo, Aloysius Mango, bersama para tutor terus memberikan pendampingan kepada anak-anak dalam kegiatan tersebut.
Pendampingan dilakukan dengan suasana yang menyenangkan dan penuh kasih, sehingga anak-anak memiliki ruang untuk belajar tanpa takut salah.
Di halaman PKBM Bintang Floresta Nagekeo, sebuah buku akhirnya menjadi lebih dari sekadar bacaan.












