Scroll untuk baca artikel
Opini

Opini : Mereka Merawat Kita, Siapa yang Merawat Mereka?

Avatar photo
×

Opini : Mereka Merawat Kita, Siapa yang Merawat Mereka?

Sebarkan artikel ini
Reporter: Marikxen Eston Lonakoni |  Editor: Redaksi

Burnout di kalangan tenaga kesehatan bukan sekadar kelelahan biasa. Ia adalah respons psikologis terhadap paparan stres kronis yang tidak pernah diberi ruang untuk pulih. Namun dalam banyak institusi kesehatan, tidak ada mekanisme dukungan psikologis yang memadai. Tidak ada sesi debriefing. Tidak ada konselor. Tidak ada pengakuan bahwa kamu juga manusia yang bisa terluka.

Yang ada hanyalah ekspektasi bahwa kamu harus “tangguh.” Bahwa mengeluh adalah kelemahan. Bahwa meminta bantuan psikologis bisa merusak reputasimu sebagai tenaga profesional. Ini bukan budaya kerja yang sehat. Ini adalah sistem yang mengonsumsi manusianya sendiri.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Sistem yang Gagal, Bukan Individu yang Lemah

Kita perlu berhenti menyalahkan diri sendiri. Burnout bukan tanda bahwa kamu tidak cukup kuat. Gaji rendah bukan konsekuensi dari pilihan profesi yang salah. Jam kerja yang tidak manusiawi bukan sesuatu yang harus diterima sebagai bagian dari “dunia kesehatan.”

Baca Juga :  Pengurus Komite Sekolah TKK Anfrida Larantuka Dikukuhkan untuk Masa Bakti 2026–2028

Ini adalah kegagalan sistemik. Kegagalan regulasi ketenagakerjaan yang tidak dikawal ketat di sektor kesehatan. Kegagalan institusi yang lebih memprioritaskan efisiensi operasional daripada kesejahteraan sumber daya manusianya. Kegagalan kebijakan publik yang bertahun-tahun mengabaikan perlindungan nyata bagi tenaga kesehatan.