Menurut Darmawan, keberhasilan ini merupakan hasil persiapan matang. Sejak awal Agustus, PLN menetapkan masa siaga kelistrikan khusus Jakarta dan melakukan simulasi teknis secara menyeluruh.
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, mengungkapkan bahwa PLN menerapkan sistem pengamanan kelistrikan berlapis.
“Kami siagakan suplai dari 2 subsistem, 4 gardu induk, 4 penyulang, 8 unit UPS berkapasitas total 3.200 kVA dan genset dengan total daya 8.000 kVA. Semua sistem diawasi 24 jam melalui pusat kontrol di Powerhouse PLN Kompleks Istana Kepresidenan,” jelas Andy.
Ratusan Personel Disiagakan
Sebanyak 131 personel PLN juga disiagakan penuh selama 24 jam di 7 titik posko siaga untuk memastikan keandalan pasokan listrik selama seluruh rangkaian upacara.
“Kami menempatkan personel di titik-titik strategis dan mengawasi sistem kelistrikan secara real-time. Semua ini demi memastikan listrik tetap andal dan mendukung jalannya acara dengan sempurna,” pungkas Andy.
Tentang PLN
PT PLN (Persero) adalah BUMN yang bergerak di sektor kelistrikan dan terus bertransformasi melalui digitalisasi, efisiensi, serta dukungan pada transisi energi menuju Net Zero Emissions.












