“Koperasi yang sehat lahir dari anggota yang disiplin, termasuk pengurus dan pengawas. Kita harus membangun budaya sadar menyimpan dan wajib mengembalikan pinjaman tepat waktu,” tegasnya.
Menurut Wilhelmus, disiplin dalam memenuhi kewajiban kredit merupakan bentuk tanggung jawab bersama untuk menjaga kepercayaan dan solidaritas antar anggota koperasi.
Selain itu, kepengurusan baru juga berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan melalui penguatan kompetensi sumber daya manusia di seluruh jaringan kantor Kopdit Swasti Sari.
Ia menyebutkan, peningkatan kapasitas karyawan akan menjadi prioritas, mulai dari kantor pusat hingga 30 kantor cabang yang menjadi ujung tombak pelayanan kepada anggota.
“Pelatihan, pembinaan, dan pengembangan keterampilan akan terus dilakukan agar pelayanan semakin profesional, cepat, dan terpercaya,” katanya.
Wilhelmus juga mengajak seluruh elemen koperasi untuk menjaga semangat gotong royong dan kebersamaan demi masa depan koperasi yang lebih kuat dan mandiri.
“Kita ingin Kopdit Swasti Sari tidak hanya bertumbuh secara aset, tetapi juga bertumbuh dalam nilai kejujuran, tanggung jawab, dan solidaritas,” pungkasnya.
Di akhir sambutannya, ia meminta dukungan seluruh anggota, pengurus, pengawas, dan karyawan dalam menjalankan amanah organisasi selama tiga tahun ke depan.








