Menurutnya, koperasi telah menerapkan sejumlah mekanisme pengamanan kredit, termasuk penilaian usaha anggota sebelum pinjaman dicairkan.
“Kita ingin memastikan pinjaman benar-benar dipakai untuk usaha produktif sehingga tidak berdampak pada keuangan anggota lainnya,” jelasnya.

Ia juga menyambut baik usulan agar data pinjaman koperasi dapat terhubung dengan sistem pengawasan yang lebih luas, termasuk integrasi pengawasan melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK), demi memperkuat transparansi dan mitigasi risiko kredit bermasalah.
Selain itu, GM Obor Mas menekankan bahwa pendekatan koperasi tetap mengutamakan sisi kemanusiaan. Anggota yang mengalami gagal usaha tetap diberikan ruang pembinaan dan pendampingan sebelum dilakukan langkah hukum.
RAT Midi tersebut menjadi bagian penting dalam proses pengambilan keputusan organisasi sebelum dilanjutkan ke forum RAT Paripurna KSP Kopdit Obor Mas.










