Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan festival tersebut membuka peluang bagi UMK lokal untuk memperluas pasar.
“Ajang Pertamina Grand Prix bukan sekadar tontonan balap kelas dunia, tetapi juga momentum emas bagi UMK Indonesia untuk naik kelas,” ujar Ahad.
Ia menegaskan, Pertamina ingin menghadirkan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal melalui promosi produk dan perluasan akses pasar.
Antusiasme pengunjung terlihat dari ketertarikan mereka terhadap beragam produk lokal yang tersedia di area festival. Shelly, wisatawan asal Inggris, bahkan mencoba layanan Reflexy Corner.
Shelly menilai festival tersebut menawarkan beragam produk berkualitas dengan harga terjangkau. Ia juga mengapresiasi kesempatan membeli oleh-oleh khas daerah langsung dari pelaku usaha.
Pelaku UMK binaan Pertamina turut merasakan manfaat dari kesempatan berjualan di kawasan sirkuit internasional tersebut.
Didik Wahyudi, pemilik KabaRBaik Coffee, mengaku bangga dapat memperkenalkan produknya kepada pengunjung dari berbagai negara.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pertamina. Omzet yang kami dapatkan selama tiga hari ini jauh melampaui ekspektasi,” ungkap Didik.










