“Pengguna terlebih dahulu membuka akun di platform exchange seperti Indodax, Tokocrypto, atau Binance. Setelah itu, akun tersebut dihubungkan ke Moonbot melalui sistem API,” ujarnya.
Dengan sistem tersebut, Moonbot dapat membantu melakukan transaksi jual beli aset secara otomatis berdasarkan analisis pasar, tanpa pengguna harus memantau pergerakan harga setiap saat.
“Software ini bekerja sebagai expert advisor, yang memanfaatkan analisis teknikal dan membaca pergerakan pasar secara berkelanjutan,” tambah Valentino.
Salah satu keunggulan Moonbot adalah kemampuannya mengurangi faktor emosi dalam trading, yang sering menjadi penyebab kerugian bagi investor pemula.
“Kalau manusia kadang panik atau terlalu cepat mengambil keputusan. Software ini bekerja berdasarkan data, jadi lebih terukur,” jelasnya.
Meski demikian, Valentino mengingatkan bahwa investasi tetap memiliki risiko, terutama karena harga aset kripto yang fluktuatif.
“Risikonya bukan pada hilangnya dana atau penipuan, karena aset tetap di pengguna. Tapi lebih ke pergerakan harga. Kalau tidak sabar, misalnya saat harga turun lalu dijual, bisa saja rugi,” katanya.
Karena itu, ia menyarankan agar pengguna memberikan waktu dalam pengelolaan aset, idealnya antara 1 hingga 3 tahun, agar hasil yang diperoleh bisa lebih optimal.










