Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

KSP Kopdit Obor Mas Gelar Diklat Pengelola Kelompok Sahabat Obor Mas di TTS

Avatar photo
×

KSP Kopdit Obor Mas Gelar Diklat Pengelola Kelompok Sahabat Obor Mas di TTS

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ben |  Editor: Redaksi

Dukungan Kantor Pusat dan  KCU TTS

Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan Kantor Pusat melalui Ibu Geby, Staf Pengendalian Internal, serta jajaran manajemen KCU TTS seperti Manager KCU TTS Yohanes Severinus Padeng dan Sekretaris MIDI KCU TTS, Verawati Naomi Lado.

Yohanes Severinus Padeng menegaskan pentingnya diklat rutin bagi pengelola kelompok untuk menjaga standar pelayanan koperasi.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

“Tantangan pelayanan semakin besar. Karena itu pengelola kelompok tidak boleh bekerja dengan cara lama. Mereka harus menguasai prosedur, memahami risiko, dan mampu memberikan edukasi ke anggota,” ungkap Padeng.

Baca Juga :  Pertamina Patra Niaga Tutup Satgas RAFI 2026, Distribusi Energi NTT Tetap Aman

Ia juga menekankan komitmen KCU TTS untuk selalu mendukung peningkatan kapasitas para pengelola.

“KCU TTS tidak bisa maju tanpa kelompok yang kuat. Kami ingin memastikan bahwa semua pengelola bergerak dengan pemahaman yang sama” jelasnya.

Materi Diklat yang diberikan

Peserta mendapatkan sejumlah materi inti, mulai dari:
1. Idiologi CU
2. Jati diri CU dan Sejarah CU Obor Mas
3. Visi dan misi Kopdit Obor Mas
4. Frame work sahabat Obor Mas
5. Sosialisasi Keputusan RAT
6. Hak dan Kewajiban Pengelola Sahabat Obor Mas
7. Produk dan layanan Kopdit Obor Mas
8. Strategi Pemasaran
9. Customer relationship

Baca Juga :  Wakil General Manager Kopdit Swasti Sari | Bertemu Kepala “Rato U’ma Yaro Wora” Di Sumba Barat

Materi disampaikan melalui presentasi, diskusi kelompok, dan simulasi kasus agar peserta dapat mengaplikasikan ilmu di tempat tugas masing-masing.
Komitmen untuk Peningkatan Pelayanan

Manajemen KCU TTS berharap kegiatan ini dapat menghasilkan pengelola kelompok yang lebih kompeten, profesional, dan konsisten menjalankan sistem pelayanan koperasi.

Mbete menegaskan bahwa pengembangan kapasitas tidak boleh berhenti.

“Pelatihan seperti ini akan terus dilakukan. Kami ingin seluruh pengelola kelompok bergerak seirama supaya Obor Mas tetap dipercaya dan menjadi alat pemajuan ekonomi keluarga,” katanya.

Baca Juga :  Menakar Visi Besar Melki–Johni Lewat NTT Mart: Kearifan Lokal Jadi Kekuatan Hadapi Ritel Modern

Sementara itu, Yohanes Padeng memastikan KCU TTS siap mendampingi kelompok dalam penerapan hasil diklat.

“Pengetahuan ini harus diterapkan. Kami akan terus memantau, mengevaluasi, dan membantu pengelola agar semua standar layanan benar-benar berjalan,” tutup Padeng.