Serli menegaskan, anggota tidak seharusnya menjadi korban perselisihan kepengurusan. Mereka membutuhkan pelayanan nyata, bukan saling tuding di tengah konflik internal koperasi.
Serli Pertanyakan Kewenangan Versi RALB
Serli juga mempertanyakan kondisi operasional kantor pusat yang menurutnya dijaga orang-orang dari luar. Ia menyebut GM Imelda Anin tidak diperkenalkan untuk masuk dan berkantor.
Kondisi tersebut, menurut Serli, menimbulkan pertanyaan mengenai siapa yang sebenarnya menjalankan operasional dan bertanggung jawab atas pelayanan anggota.
Sehari sebelumnya, Selasa (13/10/2026), Serli mengaku meminta pihak manajemen versi RALB menunjukkan kartu identitas ketika mengklaim memiliki kewenangan.
Namun, menurut Serli, pihak yang dimintai menunjukkan identitas tersebut tidak dapat memperlihatkannya saat itu.
Ia meminta pihak yang mengklaim memiliki otoritas membuktikan dasar kewenangannya secara terbuka, terutama ketika anggota membutuhkan kepastian pencairan dana.
Desak Imelda Anin Kembali Berkantor
Serli mendesak Imelda Anin kembali berkantor agar pelayanan koperasi berjalan normal dan anggota memperoleh kepastian mengenai pencairan simpanan mereka.
Menurutnya, persoalan kepengurusan harus diselesaikan melalui mekanisme yang berlaku, tanpa menghambat kebutuhan keuangan anggota.










