“10 tahun Kopdit Swasti Sari hadir di sini, dan hari ini kita melihat perkembangan yang luar biasa”.
“Asetnya sudah mencapai sekitar Rp58 miliar, dan dana yang beredar di masyarakat sekitar Rp26 miliar. Ini bukti nyata bahwa koperasi ini hidup dan berkembang bersama masyarakat,” jelasnya.
Ia menilai keberadaan koperasi bukan hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan ekonomi berbasis masyarakat.
“Terima Kasih Pak Kasmir, Swasti Sari bukan hanya membantu masyarakat, tetapi juga ikut membangun daerah ini,” ujarnya.
Dorong Sinergi untuk Percepatan Pembangunan
Lebih lanjut, Ratu Wulla berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan koperasi dapat terus diperkuat untuk mempercepat pembangunan, khususnya di sektor ekonomi kerakyatan.
“Kami ingin kerja sama ini terus berjalan. Dengan sinergi yang kuat, kita bisa mempercepat pembangunan ekonomi di Sumba Barat Daya,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya forum Rapat Anggota Tahunan (RAT) sebagai ruang strategis dalam tata kelola koperasi.
“RAT adalah forum tertinggi dalam koperasi. Di sini ada pertanggungjawaban, evaluasi program kerja, dan perencanaan ke depan. Ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh anggota,” tambahnya.
Pra RAT Jadi Ruang Edukasi dan Transparansi
Sementara itu, Wakil General Manager Kopdit Swasti Sari, Kasmirus Kopong, menjelaskan bahwa pelaksanaan Pra RAT memiliki peran penting dalam memperkuat pemahaman anggota terhadap kondisi koperasi.








