Pesan tersebut menjadi penegasan agar pengurus dan anggota terus menjaga ritme kerja dan tidak berhenti berinovasi.
Momentum Refleksi dan Regenerasi
Pra RAT ke-37 ini juga disebutnya sebagai momentum refleksi. Ia mengajak seluruh anggota bertanya secara jujur: apakah koperasi sudah benar-benar memperjuangkan kesejahteraan anggotanya? Apakah regenerasi kepemimpinan sudah disiapkan dengan baik?
“Kalau kita mampu menjawab itu bersama, koperasi ini bukan hanya bertahan, tetapi akan tumbuh semakin kuat,” katanya.
Ia pun berharap musyawarah berjalan tertib dan melahirkan pengurus baru yang amanah, profesional, serta berintegritas tinggi.
Pemerintah Siap Dampingi Koperasi Tidak Aktif
Menanggapi data bahwa dari total 506 koperasi di Kota Kupang terdapat sejumlah koperasi yang tidak aktif, Wali Kota memastikan pemerintah akan melakukan evaluasi dan pendampingan.
“Kita cek dulu persoalannya apa. Mungkin ada yang butuh pendampingan manajemen, peningkatan kapasitas, atau pembenahan administrasi. Pemerintah siap membantu koperasi yang ingin bangkit,” tegasnya.
Ia juga menyatakan dukungan penuh terhadap program digitalisasi koperasi sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat.
“Digitalisasi pasti kita dukung. Selama kita bisa berkolaborasi dengan baik, pemerintah siap support,” tandasnya.








