“Antusiasme peserta sungguh luar biasa. Bahkan, ada tiga orang yang langsung menyatakan bersedia menjadi anggota Kopdit Swasti Sari setelah mengikuti pendidikan dasar”.
“Ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin memahami manfaat koperasi kredit sebagai lembaga yang tidak hanya melayani kebutuhan keuangan, tetapi juga membangun karakter dan kesejahteraan anggotanya,” katanya.
Dalam pendidikan dasar tersebut, peserta memperoleh pembekalan yang komprehensif mengenai berbagai aspek perkoperasian.
Materi yang diberikan meliputi jati diri Kopdit Swasti Sari, peranan pendidikan dalam koperasi kredit, prinsip-prinsip koperasi kredit, pembangunan manusia melalui Kopdit Swasti Sari.
Selain itu juga manajemen kredit, penyusunan anggaran pendapatan dan belanja keluarga, gender dalam koperasi kredit, program BPJS Ketenagakerjaan bagi Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), hingga struktur organisasi Kopdit Swasti Sari.
Regina menjelaskan bahwa seluruh materi tersebut dirancang agar anggota tidak hanya memahami mekanisme simpan pinjam, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola keuangan keluarga secara sehat, disiplin, dan bertanggung jawab.
“Kami ingin anggota bertumbuh bersama koperasi. Koperasi bukan hanya tempat menabung atau meminjam, tetapi juga wadah pendidikan yang membentuk pribadi yang mandiri, mampu merencanakan keuangan, dan saling membantu dalam semangat solidaritas,” tuturnya.










