“Pengawasan di lapangan terus kami lakukan, baik terhadap kesiapan suplai utama maupun infrastruktur pendukung seperti penanaman kabel tanah dan pembangunan power house. Dengan jaringan yang sudah energize, kami optimistis sistem kelistrikan di area tambak ini segera beroperasi penuh secara andal,” ujar Rizal.
Sementara itu, Manager PLN ULP Rote Ndao, Yohanes Fernandez Lay, menegaskan bahwa PLN tidak hanya hadir dalam tahap awal penyambungan listrik, tetapi juga akan melakukan pengawalan secara berkelanjutan untuk memastikan kebutuhan energi proyek strategis tersebut terpenuhi.
Menurutnya, dukungan kelistrikan menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong keberhasilan pengembangan industri garam nasional di wilayah selatan Indonesia.
“Sejak awal permohonan diajukan, kami di tingkat unit layanan berkomitmen penuh mengawal setiap tahapan kelistrikannya”.
“Kehadiran kami di Landu Leko hari ini membuktikan bahwa PLN tidak hanya menyalurkan daya, tetapi juga memberikan perhatian penuh agar PSN Tambak Garam ini sukses memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Yohanes.













