“Bulan K3 bukan hanya menjadi momentum bagi dunia industri, tetapi juga pengingat bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Melalui Sekolah Tanggap Bencana ini, kami ingin menanamkan kesadaran keselamatan sejak dini di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Apresiasi atas kegiatan tersebut juga disampaikan Kepala SMAN 12 Kupang, Arifin Dasi, S.Pd., Gr. Menurutnya, program ini memberikan manfaat nyata bagi guru maupun peserta didik.
“Kegiatan ini sangat membantu membentuk karakter siswa yang lebih siap, sigap, dan peduli terhadap keselamatan diri serta orang lain dalam menghadapi potensi bencana,” ungkap Arifin.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP., M.Si., menyampaikan bahwa SMAN 12 Kupang merupakan sekolah kedua di Kota Kupang yang mendapatkan program Sekolah Tanggap Bencana.
“Di Kota Kupang dan sekitarnya saat ini baru terdapat dua Sekolah Tanggap Bencana. Kami berharap program ini dapat mendorong sekolah menjadi lebih mandiri dan sigap dalam menghadapi situasi darurat akibat bencana alam,” jelasnya.
Rangkaian kegiatan Sekolah Tanggap Bencana meliputi sosialisasi kesiapsiagaan kebencanaan, simulasi tanggap darurat gempa bumi, serta penyerahan bantuan berupa Alat Pemadam Api Ringan (APAR), kotak P3K, serta pemasangan signage titik kumpul dan jalur evakuasi di lingkungan sekolah.












