AHY menyebut pengembangan kawasan transmigrasi Melolo bisa menjadi model nasional, karena adanya potensi kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, khususnya industri gula dan energi terbarukan.
Wagub NTT: Bentuk Perhatian Nyata Pemerintah Pusat
Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap NTT, khususnya di Sumba Timur.
“Kehadiran Menko dan Menteri Transmigrasi adalah bukti nyata bahwa NTT tidak dilupakan. Kami harap sinergi ini terus diperkuat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Johni.
Ia juga menyampaikan tantangan utama di wilayah ini, seperti keterbatasan air dan infrastruktur. Pemprov NTT mengusulkan pembangunan lebih dari 1.600 embung kecil serta peningkatan jalan strategis untuk mendukung ekonomi kawasan.
PT MSM: Bangun Industri, Serap Ribuan Tenaga Kerja
Direktur PT Muria Sumba Manis, Budi Hediana, menjelaskan bahwa perusahaan saat ini mengelola lahan 21.000 hektare, memproduksi 210.000 ton gula kristal per tahun, serta menghasilkan energi listrik biomassa hingga 22 MW.
“Kami menyerap hingga 6.000 tenaga kerja di masa panen, dan punya komitmen keberlanjutan melalui limbah jadi pupuk dan listrik. Namun kami butuh dukungan lebih pada infrastruktur dan pasokan bahan baku,” jelas Budi.
Panen Tebu dan Kunjungan Rumah Tenun
Sebagai bagian dari rangkaian agenda, dilakukan panen tebu simbolis yang diikuti oleh Wakil Gubernur NTT, Menko AHY, Menteri Transmigrasi, dan Bupati Sumba Timur. Mereka juga meninjau embung irigasi bawah tanah yang mendukung budidaya tebu secara efisien.












