Salah satu pedagang, Maria Goreti Pati, mengaku terkejut namun sangat senang atas perhatian para mahasiswa.
“Saya sangat senang dan merasa dihargai. Ini bentuk kepedulian yang jarang kami temui. Terima kasih untuk adik-adik mahasiswa,” ujarnya sambil memasang bendera kecil di lapaknya.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Irenius Neonbasu, selaku pembina PERMABI yang juga anggota Kepolisian Polda NTT. Ia menyebut kegiatan ini sebagai contoh aksi patriotik yang sederhana namun berdampak besar.
“Saya sangat bangga. Ini bukan hanya tentang membagi bendera, tapi juga membagi semangat nasionalisme. Anak-anak muda seperti mereka adalah harapan bangsa,” tegas Irenius.
Ia berharap gerakan semacam ini terus dilakukan setiap tahun dan bisa menjadi inspirasi bagi organisasi mahasiswa lain di Kota Kupang.
Melalui kegiatan ini, Ketua dan Pembina PERMABI berharap masyarakat yang belum memasang bendera dapat segera melakukannya. Mereka mengajak seluruh warga Kota Kupang untuk menunjukkan rasa cinta tanah air, dimulai dari hal kecil: memasang bendera Merah Putih di rumah maupun kendaraan.
“Kita tidak harus menunggu besar untuk berbuat sesuatu. Dari hal kecil seperti ini, semangat kemerdekaan bisa tumbuh di mana-mana,” tutup Irenius Pembina masalah asal Biboki, Kabupaten Timor Tengah Utara itu.












